Course Features
- Lectures 0
- Quizzes 0
- Duration 50 hours
- Skill level All levels
- Language English
- Students 0
- Certificate No
- Assessments Yes
Dorman berpengalaman lebih dari 16 tahun di dunia energi, baik di sektor migas maupun panas bumi. Di bangku kuliah sempat merasakan kerja magang (internship) di BP, Apexindo, BJ dan sempat mengikuti proyek dibawah LAPI ITB sebagai Reservoir Engineer. Setelah lulus dari Teknik Perminyakan ITB, Dorman mendapat kesempatan untuk menjadi Drilling Supervisor dan Drilling Engineer di Chevron sebelum akhirnya pindah ke Pertamina (PHE WMO) sebagai konsultan operasi pengeboran lepas pantai.
Setelah 10 tahun bekerja di sektor migas, pada tahun 2014 Dorman mendapat kesempatan bekerja di sektor panas bumi dan mendapat tugas untuk membantu proyek eksplorasi lapangan panas bumi Sorik Marapi di Sumatera Utara. Terlibat secara penuh dalam berbagai aktivitas eksplorasi yang bersifat non-teknikal seperti pembebasan tanah, perijinan, dan sosialisasi ke masyarakat lokal telah memperkaya cara pandang beliau dalam menjalankan proyek eksplorasi panas bumi di Indonesia. Setelah Sorik Marapi, Dorman terlibat di proyek eksplorasi lain yaitu lapangan panas bumi Sokoria di Flores. Sekali lagi, di proyek Sokoria ini, Dorman terlibat penuh dalam berbagai aktivitas non teknikal sehingga berbagi pelajaran yang didapat dari pengalaman di proyek Sorik Marapi menjadi sangat berguna.
Untuk mengerti lebih dalam mengenai proyek panas bumi, Dorman mengambil studi lanjutan yaitu Master of Energy di University of Auckland pada tahun 2017-2018 yang dibiayai melalui program beasiswa dari pemerintah New Zealand. Sebagai final project, Dorman memilih topik riset terkait berbagai metode resource assessment terhadap lapangan panas bumi dengan mengambil studi kasus lapangan Sorik Marapi. Sepulang dari kuliah S2, Dorman, bersama tim Rigsis, membantu beberapa proyek panas bumi di Indonesia seperti proyek kerja ulang (workover) di lapangan Dieng unit 1 dan persiapan pengeboran lapangan Dieng 2 dan Patuha 2.
Saat ini Dorman juga aktif membantu tim Bank Dunia dalam menjalankan program Geothermal Resource Risk Mitigation (GREM) yang bertujuan mempercepat proyek eksplorasi panas bumi di Indonesia melalui skema pendanaan de-risking. Di sisi akademis, Dorman aktif berkolaborasi dengan praktisi dan mahasiswa dalam berbagai kegiatan seperti pembuatan paper, kuliah tamu, kompetisi mahasiswa dan seminar.